Thursday, 24 November 2011

Jujur, Mutiara yang kian luntur

BY Unknown IN No comments


Jujur, Mutiara yang kian luntur

Oleh : Amir Abdillah

Mendapati sebuah kejujuran dizaman sekarang layaknya mendapatkan air dipadang yang gersang, bagai mutiara dikedalaman lautan yang dalam, seperti mencari bintang dikala langit tertutup mendungnya awan, hanya ada satu diantara seribu pedagang, hanya ada satu diantara seribu pegawai, bahkan hanya ada satu diantara seribu guru, hal yang begitu langka yang hampir hilang keberadaannya karena kerasnya kehidupan dunia.

Tak sedikit yang akhirnya menipu hanya karena ingin menperoleh untung seribu, berbohong hanya karena ingin disebut suka menolong, tidak jujur karena takut jabatannya mundur, akhirnya penipuan, dusta, kedazoliman, korupsi, dan tindak kriminal lainnya merajalela menghantui kehidupan manusia hingga jauh dari rasa aman, tentram, adil dan sejahtera.

Sungguh, sebenarnya pada jauh hari yang telah laIu islam telah memberikan solusi akan hal ini semua, Rasululloh telah memerintahkan kepada seluruh umatnya untuk senantiasa berbuat baik, jujur dalam berbicara, menepati jika berjanji, amanah jika dipercaya dan amalan lain yang senada dengannya.

Rasululloh saw bersabda :

اضْمَنُوا لِي سِتًّا مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَضْمَنْ لَكُمْ الْجَنَّةَ اصْدُقُوا إِذَا حَدَّثْتُمْ وَأَوْفُوا إِذَا وَعَدْتُمْ وَأَدُّوا إِذَا اؤْتُمِنْتُمْ وَاحْفَظُوا فُرُوجَكُمْ وَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ وَكُفُّوا أَيْدِيَكُمْ

“Berikanlah jaminan kepadaku kepadaku dari kalian akan enam hal, niscaya aku akan menjamin surga buat kalian. (1) Jujurlah ketika berbicara, (2) Tepatilah jika kalian berjanji, (3) Tunaikanlah (amanah) jika kalian mendapatkan kepercayaan, (4) Jagalah kemaluan kalian, (5) tundukkanlah pandangan kalian, dan (6) Tahanlah kedua tangan kalian ( dari berbuat dosa ). (Hadits hasan yang diriwaykan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya hadits no. 21695)

Kejujuran adalah pangkal dari semua kebaikan, kebaikan akan membuahkan beribu manfaat dalam kehidupan, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi akan merambat pada linkup yang lebih luas, jujur pada diri sendiri berarti mencukupi hak-hak dan keperluaan pribadi secara benar tidak mendzolimi diri sendiri, jujur pada orang lain berarti memberi, mengajarkan dan menyebarkan kebaikan kepada orang lain, jika orang lain kemudian berbuat sama seperti apa yang telah kita perbuat maka kebaikan akan senantiasa berkembang, terus berkembang, dan terus tanpa terputus, berantai hingga memperoleh balasan yang haqiqi berupa kenikmatan dijannah, diakhirat nanti.

Rasululloh saw bersabda tentang hal ini :

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ كَذَّابًا

Sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, sedangkan kebajikan membawa kepada syurga. Seseorang senantiasa berlaku jujur sehingga Ia ditulis di sisi Alloh sebagai orang yang jujur.” (Hadits shohih diriwayatkan oleh muslim ,no.4719)

Doctor wahbah azzuhaili dalam kitabnya akhlak seorang muslim menyebutkan, jujur adalah keksesuaian antara perkataan dan kejadian, jujur adalah kebiasaan orang beriman, tidak lurus aqidah dan iman seseorang tanpa ada sifat sidq atau jujur, dan tidak akan diterima ibadahnya kecuali dengan memiliki sifat jujur pula, serta tidak sah amal seseorang jika amalannya tidak mengandung unsur sidq atau jujur.

Sejalan dengan hal itu Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Artinya : “ wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Alloh, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar/jujur ( Q.S At-taubah 119 )

Dan dalam ayat lain Alloh subhanahu ta’ala berfirman :

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Artinya : sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mumin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Alloh, Alloh telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar. (Q.S Al-ahzab : 35)

Maka sudah selayaknya bagi kita semua, bagi yang berkeinginan menjadi muslim yang sempurna untuk senantiasa berusaha melazimi sifat yang amat mulia, yang telah dianjurkan oleh Alloh dan Rasulnya bahkan dijanjikan dengan balasan yang luar biasa, pada saat banyak orang lain yang lalai bahkan lupa hingga meninggalkanya, indahnya jika kita bisa menyimpan mutiara kejujuran yang terpancar dalam setiap detik kehidupan. Wallahu a’lam.

Sukoharjo, 17 November 2011

0 komentar:

Post a Comment