Tuesday, 29 January 2013

KISAH SEORANG ISTRI YANG BARU MENIKAH

BY Unknown IN No comments

KISAH SEORANG ISTRI YANG BARU MENIKAH ...

Sepasang suami istri baru menikah, si suami ingin memberikan surprise pada istri yang cantik jelitanya, suatu hari si suami berkata kepada istrinya:

“Sayang, kita pergi yuk, tapi mata kamu harus ditutup yah…!”

“Kok harus ditutup sih mas…?” kata istrinya

“Yah, pokoknya ada sesuatu untukmu….. “

Merekapun berangkat dengan menggunakan taxi, begitu sampe di tempat yang dituju mereka turun, kemudian si suami mengajak istrinya masuk ke rumah baru yang dijadikan sebagai surprise untuk istrya, tapi si suami masih belum mengijinkan istrinya membuka tutup mata.

Ternyata si istri ingin buang angin, tapi karena masih malu sama suaminya si istri pura-pura minta tolong dibikinin minuman

“Mas, ambilin saya minum dong…!”

Suaminya kemudian pergi mengembil minuman, ketika suaminya pergi si istri buang angin “tuuuut..”

Pas si suami datang membawa minuman, ternyata si istri masih ingin buang angin, akhirnya dia bilang ke suaminya …

“Mas minumannya kurang manis, tambahin gula lagi yah….”

Si suami pergi lagi untuk menambahkan gula pada minuman istrinya, ketika suaminya pergi si istri kentut lagi “tuuuuuut… .”

Kemudian si suami datang lagi untuk memberikan minuman, tapi ternyata si istri masih ingin buang angin, akhirnya dengan berberat hati si istri minta ditambahkan gula lagi, saat si suami pergi istrinya kembali buang angin “Tuuuuut”

Akhirnya si istri merasa lega karena telah selesai dari keinginan buang anginnya. Ketika si suami tiba dan menyerahkan minuman, kemudian si suami membuka tutup mata si istrinya, si istri terkejut karena ternyata di rumah sudah banyak orang dan disampingnya ada mertuanya, sambil malu-malu si istri bertanya pada mertuanya, “Oh Bapak, sudah lama datang..?”

Kemudian sang mertua menjawab,

“Sudah, sejak kentutan pertama .."

Menejemen Marah

BY Unknown IN No comments




I.MUQODDIMAH

            Segala puji bagi Allah Ta'ala yang telah menciptakan bumi sebagai hamparannya,langit sebagai atapnya,gunung sebagai pasak dan tiangnya.Tiada daya dan upaya melainkan dari-Nya semata.
            Sholawat dan salam mudah-mudahan senantiasa Allah Ta'ala curahkan kepada uswah khasanah manusia yaitu Rosululloh Muhammad bin Abdillah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam. Mudah-mudahan kita digolongkan menjadi umat beliau yang mendapatkan syafa'atnya pada hari kiamat kelak, Amiiin.
            Manusia adalah makhluq Allah Ta'ala yang diciptakan dari tanah liat. Sedangkan jin adalah diciptakan dari api yang menyala-nyala. Kedua bahan penciptaan makhluq Allah Ta'ala ini memiliki watak dan cirri khas sendiri-sendiri.Tanah liat adalh bahan yang lunak dan dingin, sedangkan api adalah bergelombang, menyala-nyala, membara dan panas. Karenanya rasa marah oleh para ulama' diidentikkan dengan dengan sifat yang dimiliki oleh api yang panas dan bergejolak dan ia adalah menjadi bahan penciptaan jin, syetan, iblis dan lain-lainnya.  Manusia yang terjangkiti oleh rasa marah adalah manusia yang telah dirasuki oleh syetan dengan apinya.Maka tak ayal lagi kita dapati banyak dari manusia -yang lemah imannya khususnya keluar dari batas kemanusiaannya dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang sejatinya menjadi wataknya iblis.
            Sudah terlampau banyak kasus-kasus yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita sebagai imbas dari marah yang tak terkendali. Pembunuhan, penganiayaan, main hakim sendiri hampir menjadi menu yang setiap harinya tersaji.
            Disisi lain,_sekali lagi karena lemahnya iman dan kebodohan- kita dapati juga ditengah masyarakat kita sebagian orang yang tidak pernah ambil peduli alias cuek terhadap hal-hal yang ada sangkut pautnya dengan masalah agama. Marah ternyata di satu sisi merupakan perbuatan yang amat Rosululloh cela,namun disisi lain ia mendapatkan tempat terpuji,artinya marah disini adalah marah yang bukan tercela tetapi dianjurkan oleh rosululloh Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bahkan diwajibkan.

II.LATAR BELAKANG

            Berpijak pada nash-nash yang ada baik dari Al-qur'an maupun al-hadist juga dari beberapa kasus yang terjadi di tengah-tengah umat,maka kami ingin mencoba menyeimbangkan atau paling tidak berusaha menempatkan praktek pembahasan pada tempat yang semestinya.Yang demikian karena di sana ada dua kutub yang saling bersikukuh pada keyakinannya masing-masing.Sebagaimana yang telah kami kemukakan pada muqoddimah terdahulu bahwa tidak semuanya sifat marah itu tercela paham kontradiktifenya bahwasanya marah itu ada yang terpuji.
            Marah tercela adalah marah yang dilatar belakangi urusan dunia semata dan tidak ada sangkut pautnya dengan urusan dien.Sedangkan marah yang terpuji adalah marah yang dilatar belakangi oleh urusan dien.Masyarakat kita saat ini terpecah menjadi dua golonganbesar,yaitu golonga yang ifroth (berlebihan ) dan golongan yang tafrith (menyepelekan ).

  
III.INTI PEMBAHASAN

            Dalil tentang ghodhob ( marah )

a. Firman Allah Ta'ala

            artinya :"Dan bersegeralah kamu sekalian menuju ampunan Allah Ta'ala dan jannah-Nya,dimana luasnya melebihi langit dan bumi yang di sediakan bagi orang-orang yang bertaqwa.Yaitu (mereka ) yang menginfaqkan hartanya dalam kondisi lapang atau sempit,yang mampu menahan marah,yang pemaaaf terhadap manusia dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." ( QS.Ali imron : 133-134 )

b. Sabda Rosululloh Shalallahu 'Alaihi wa Sallam

            Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :"Barang siapa yang mencintai karena Allah,dan membenci juga karena Allah memberi karena Allah dan melarang karena Allah maka sungguh telah sempurnalah imannya."
            Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhu beliau pernah bertannya kepada Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Sallam ,wahai Rosululloh amalan apa yang bisa menjauhkan aku dari murka Allah Ta'ala ? Nabi menjawab,"jangan marah" ( HR.Ahmad dan ibnu Hibban ).
            Dari Abu Huroiroh Radhiyallahu 'Anhu berkata :"Rosuluuloh Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :"orang yang kuat bukanalh orang yang menang dalam bergulat,akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah ". ( HR.Bukhori dan Muslim )
           
v MARAH TERCELA VS MARAH TERPUJI
       Di dalam buku Syarkh Riyadhus sholihin oleh syekh Muhammad bin Sholeh Al-utsaimin diterangkan bahwasanya marah itu lahir dari dua sebab.

1.Marah untuk membela diri
            Maksudnya adalah ketika orang lain berbuat sesuatu yang menyebabkan ia marah maka kemudian ia marah tapi marah yang ia lampiasakan itu semata-mata untuk membela diri.Dalm hal ini marah disini termasuk yang di larang.Dalam ungkapan lainjuga bisa dikatakan marah dalam urusan dunia saja dan tidak ada sangkut pautnya denagan perkara dien.
            Sebagaimana sabda Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Sallam kepada sahabat Umar ketika ia meminta nasehat kepada Beliau .Nabipun menasehatinya dengan kat yang singkat yaitu "jangan marah ".

2.Marah karena Allah
            Maksudnya adalah seseorang malihat orang lain menodai hukum Allah atau melanggarnya atau menghinanya kemudian ia marah,maka marah yang seperti ini adalah marah yang tidak tercela melainkan justri terpuji.Dan apabila ia berniat dengan niatan yang baik ia akan mendapatkan pahala.Yang demikian karena Rosululloh Shalallahu 'Alaihi wa Sallam pernah mencontohkannya.
            Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha bahwasanya pada waktu itu orang-orang quraisy merasa gelisah,karena ada seorang wanita dari golongan bani makhzum yang termasuk keturunan orang terpandang  tertangkap basah mencuri.Akhirnya mereka bersepakat  untuk meminta keringanan kepada Roslulloh Shalallahu 'Alaihi wa Sallam .Merekapun mengutus Usamah bin zaid untuk membujuk Nabi.Setelah Usamah selesai mengutarakan maksudnya Nabipun langsung bersabda dengan nada marah dan suara lantang,"Apakah kamu hai Usamah akan memintakan keringanan atas hukum yang telah ditetapkan oleh Allah ?.Demi Allah,sesungguhnya orang-orang sebelum kalian itu di hancurkan karena apabila yang lemah diantara mereka mencuri maka segera ditegakkan hukum namun jika yang mencuri adalah orang-orang kuatnya maka mereka meninggalkannya.Demi Allah,lanjut Beliau kalau seandainya Fatimah putra Muhammad itu mencuri maka sungguh akan aku potong tangannya.( HR.Bukhori dan Muslim )
            Ibnu Qudamah Al-Maqdisy menjelaskan kembali bahwasanya manusia dalam hal ghodhob itu di bagi menjadi 3 derajat :
1.Derajat ifroth ( berlebihan )
2.Derajat tafrith ( menyepelekan )
3.Dearajat adil ( pertengahan )
            Derajat yang pertama adalah yang mazdmum ( tercela ),karena mereka tidak memahami nash-nash yang ada yang menjelaskan secara adil tentang perkara ghodhob.Dengan itu mereka tidak bisa meletakkan pada porsinya masing-masing.Sedangkan derajat yang ketiga adalah yang mamdukh ( terpuji ),dimana kita semua di tuntut untuk bersikap demikian yaitu berlaku adil.

v TERAPI DARI MARAH TERCELA

            Manusia semuanya mungkin tidak bisa terhindar dari yang namanya marah.Dalam hal ini adalah marah yang tercela.Karena syetan sang pembawa dan pengedar virus ini –semenjak di keluarkan dari jannah-tidak akan pernah berhenti mencari mangsa.kemudian setelah kecanduan ,manusia itu sendiri tak ubahnya bagaikan api yang membara,menjilat,melahap apa saja yang ada di hadapannya.Oleh karenanya kita perlu memperhatian beberapa hal supaya menjadi renungan dan bisa berpikir kenapa kita harus marah ? Apakah marah bisa menyelesaikan masalah atau justru menambah masalah.

Beberapa hal yang perlu kita jadikan perhatian adalah :

1.Mengetahui dan memikirkan tentang keutaman orang yang mampu menahan marah.Sabar,pemaaf,santun dan dewasa.
2.Merenungi bahwa azdab Allah Ta'ala adalah sangat pedih.Hendaknya ia tanamkan dalam dirinya perasaan bahwa qudroh ( kemampuan )Allah itu melebihi kemampuan manusia.Sekiranya saya bisa selamat karena marah saya akan tetapi apakah saya bisa marah karena murka Allah Ta'ala .
3.Memperhatikan akibat yang akan terjadi di belakang hari gara-gara marah ini.Yaitu dendam,permusuhan dan lain-lain.
4.Memikirkan betapa jeleknya gambaran atau wajah seseorang ketika marah.
       Selain itu usaha untuk meredam marah kita barengi juga dengan hal-hal berikut :

1.Bersikap tenang
2.Beristi'azdah ( mengucap ta'awuzd )
3.Berpindah tempat
4.Duduk jika saat itu sedang berdiri
5.Berbaring jika saat itu sedang berdiri.
6.Berwudhu

            Tentang wudhu Rosululloh Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :"Sesunggunya marah itu berasal dari syetan dan syetan di ciptakan dari api dan api itu bisa padam hanya dengan air".( HR.Abu dawud )

IV.KESIMPULAN

Dari pembahasan di atas dapat kami simpulkan pembahasan ini menjadi beberapa point :
1.Marah adalah perbuatan tercela dalam urusan dunia
2.Marah adalah perbuatan terpuji dalam urusan dien
3.Hendaklah bersikap adil dalam menyikapi marah
            Demikian pemaparan yang bisa kami tuliskan mudah-mudahan bisa menjadi tambahan wacana kepada kaum muslimin akan hal yang berkaitan dengan marah.[*]

Fitnah Syahwat dan Syubhat

BY Unknown IN No comments


Fitnah-Fitnah Akhir Zaman
Kajian tentang fitnah syubhat dan syahwat

Defenisi Syahwat dan Syubhat
            Syubhat berasal dari bahasa arab yang artinya, "samar" atau "Rancu". Adapun secara istilah maknanya adalah segala sesuatu yang tidak jelas dan tidak terjamin nilai kebenarannya, karena itu cenderung orang yag mengikutinya kepada kebatilan dan kerugian. Inti sari syubhat adalah pola pemikiran dan konsep keyakinan, yang berbeda bahkan menyimpang dari arus utama (mainstream) kebenaran, yang selalu mewarnai, mempegaruhi serta mengendalikan jalan hidup seseorang.
            Fitnah syubhat ini disebabkan karena lemahnya bashirah (Penglihatan) dan sedikit ilmu yang dimiliki seseorang terhadap apa yang Allah telah mengutus Rosulnya. Allah berfirman,
            Didalam tafsir At-Tabhari dijelaskan bahwa telah datang dari Allah Al-bayan (Penjelasan), namun mereka kaum musyrikin tidak meyakininya

            Adapun syahwat, yang juga merupakan bahasa arab, berarti dorongan keinginan atau gairah. Adapun secara istilah, syahwat berarti segala sesuatu yang menjadi pendorong jiwa untuk melakukan segala hal. Walaupun makna syahwat sebenarnya nnetral, bisa positif maupun negatife, masyarakat cenderung memberi konotasi yang negative, yakni sesuatu yang menjadi kepanjangan tangan dari nafsu dan setan yang keduanya identik dengan keburukan.
            Perbedaan antara keduanya adalah syubhat bisanya terkait dengan aspek keilmuan, pandangan hidup, dan pemikiran yang menjadi landasan serta dandaran bersikap dan berbuat. Sedangakan syahwat terkait dengan aspek perasaan yang menjadi penggerak, pendorong, penguat seseorang untuk menjalankan sikap dan perbuatan yang sudah dilegitimasi oleh dalil pemikiran tersebut. Dengan kata lain syubhar bersemayam dikepala sedangkan syahwat bercokol dihati.
            Adapun cara kerja keduaanya adalah seperti virus yang terus merusak tanpa disadari aleh orang yang dijangkitinya. Sering kali kedua virus ganas ini salaing berkerja sama. Ketika syubhat mampir dikepala seseorang, kerap kali syahwat akan terpanggil untuk selalu berupaya merealisasikan apa yang sudah difatwakan oleh syubhat tersebut. Sebaliknya, ketika muncul dorongan syahwat dari dalam untuk melanggar syareat, maka ia akan berupaya memanggil syubhat untuk mencarikannya sandaran dalil dan membuat alasan agar merasa aman dangan mendapat jaminan untk melakoninya.

Ruang Likup Syubhat dan Syahwat
            Syubhat dan syawat meliputi bidang-bidang aqidah, ibadah, dan akhlak, akidah merupakan sumber kekuatan eimanan seseorang muslim. Dari kekuatan inilah muncul konsep, arah dan tuntunan dalan diri seseorang untuk mengaplikasikan jalan hidup yang sesuai dengan fitrah serta syareat Allah. Bentuk syubhat dan syahwat ini tidak lain adalah kesyirikan dengan berbagai bentuk dan menifestasinya, serta dengan berbagi level dengan klasifikasinya.
            Contoh syirik akbar seperti menyembah berhala, meminta kepada kuburan,pohon dan batu keramat,meyakini dan menjalani praktek perdukunan, memelihara jin, menyimpan jimat, mempersembahkan sesaji serta mengkultuskan sesama manusia sudah jelas syubhatnya secara maknawiyah atau sudah jelas keharamannya secara hokum. Tapi contoh kasus sperti mengagungkan kesengan dunia, silau terhadap dunnia barat, menganut dam menyebarkan pemikiran sesat, bahkan sekedar mengeluh dan pesimis terhadap kehidupan, sebenarnya juga merupakan bagian dari fitnah syubhat dan syahwat.
            Dibidang ibadah,syubhat dan syahwat ini tidak lain adalah melakukan bentuk-bentuk ibadah yang tidak ada tuntunannya dari Rosulullah saw, alias bid'ah. Syubhat ini, seperti diungkapan aleh sufyan astsauri, paling disukai iblis, karena pelaku maksiat akan bertaubat dari kemaksiatannya. Sementara pelaku bid'ah tidak akan bertaubat dari kebid'ahannya karena ia merasa tidak bersalah. Atau sebaliknya syubhat dan syahwat ibadah bisa berupa kemalasan serta tidak khusu'an beribadah.
            Adpun syubhat dan syahwat dibidang akhlak contohnya adalah pola hidup hidonis-materialistis,pragmatis dan permisif, jahilah dalam keseharian, serta bermaksiat sepanjang kehidupan. Misalnya, banyak menonton Tv, kebiasaan merokok, pergaulah bebas dan lain sebagainya.

Keganasam syubhat dan syahwat
            Dilihat dari factor pemicunya yang sangat dekat dengan manusia bahkan menjadi bagian hidup mereka, syubhat dan syahwat bisa menjadi firus yang senantiasa menimbulkan bahaya, dari yang paling ringan sampai yang peling berat. Secara individual, keduanya akan menimbukan hal-hal yang bisa menghncurkan diori antara lain:
  1. Tumbunya sikap taklid buta, mengikuti sesuatu tanpa ilmu.
  2. Karena taklid, muncul kesesatan, yaitu tidak dapat membedakan antara yang baik dan yang batil, yang halal dan yang haram, yang mulia dan hina seta yang utama dan tidak penting.
  3. Akibat itu adalah mudahnya tergelincir untuk melakukan perbuatan yang haram tidak menyadari konsekuensinya yang merugikan.
  4. Pada saat yang sama akan muncul kecenderungan untuk mengabaikan nilai-nilai ilahiyah dalam menjalani kehidupan.
  5. kalau sudah jauh menyimpang seperti itu, segala aktivitas hidupnya akan berjalan hanya untuk memenuhi kepuasan nafsu.
  6. Dan bila nafsu sudah berkuasa, maka sunatullah yang berlaku adalah munculnya berbagai kebinasaan dan kesengseraan hidup didunia serta penderitaan di ahkhirat.

Tidak ada cara lain untuk menghadapi serbuan syubahat dan syahwat selain selalu berusaha mati-matian dan habis-habisan dengan gairah keilmuan dan meujahadah keimanan. Beberapa tips kengkrit yang bisa dilakukan antara lain.
1.      Meningkatkan pemahaman dan penhayatan terhadap Islam, dengan melakukan tarbiyah secar intensif dan berkesinambungan. Misalnya dengan mengikuti berrbagai kuliah atau kajian keislaman (halaqoh maupun kajian umum), dan banyak membaca buku-buku islami.
2.      Selalu bersikaplah hati-hati (Wara) dan menjauhi segala yang masih samara samara, tidak jelas antara halal dan haram.
3.      Jika menghadapi suatu masalah yang meragukan atau tidak dipahami, hendaklah selalu bertanya kepada orang yang memiliki otoritas dibidangnya. Jangan sekalipun memutuskan perkara tanpa ilamu.
4.      Tumbuhkan keyakinan, bahwa dunia itu hanyalah kesenangan belaka yang sementara. Jangan tertipu dengan keuntungan dan kesenangan sesaat dengan mengorbankan kebahagian yang abadi. Jadikan dunia sebagai jembatan untuk menuju kebahagian akhirat. Jangan jadikan sebagai tujuan hidup karena ia pasti akan tertinggal.
5.      Berjamaah dengan orang yang shalih dan hindari bergaul dengan orang-orang yang cinta dunia dan tidak takut berbuat dosa. Karena berjamaah dengan orang yang shalih merupakan kebutuhab setiap mukmin agar bisa saling  taushiyah, menyuruh berbuat me'ruf dan mencegah berbuat mungkar. [*]







Hukum Darah

BY Unknown IN , , No comments



                Pertanyaan:  Apakah hukumnya darah dari sisi suci dan najis?
Jawaban: Yang nampak dari dalil-dalil sejauh yang kami lihat dalam masalah suci dan najisnya darah adalah sebagai berikut:
1.       Darah yang mengalir dari hewan yang yang bangkainya najis, maka ini adalah najis sebagaimana yang ditunjukkan oleh ayat al-Qur`an al-Karim.
2.       Darah haid, ia adalah najis sebagaimana yang dijelaskan oleh hadits Aisyah dan Asma` radhiyallahu ‘anhuma.
3.       Darah yang mengalir dari manusia: menurut nash-nash yang ada adalah wajib mensucikannya kecuali yang susah menghindarinya, seperti darah luka yang terus menerus. Sekalipun bisa ditentang zhahir nash ini dengan penjelasan yang kami singgung saat membicarakan membasuh luka Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan sesungguhnya bagian tubuh manusia bila terputus ia adalah suci menurut pendapat kebanyakan ulama, maka darah lebih utama. Akan tetapi sikap kehati-hatian adalah bersuci darinya karena zhahir semua nash dan menjauhi syubhat-syubhat yang siapa saja menjauhinya maka ia menjaga agama dan kehormatannya.
4.       Darah ikan, ia adalah suci, karena apabila bangkainya suci hal itu menjadi dalil atas sucinya. Sesungguhnya haramnya bangkai adalah karena adanya darah di dalamnya, berdasarkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (مَا أَنْهَرَ الدَّمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ فَكُلْ) رواه البخاري ومسلم
 “Sesuatu yang mengalirkan darah dan disebut nama Allah Subhanahu wa ta’ala atasnya (saat menyembelih) maka makanlah.”[1] Maka Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan dua perkara sebagai penyebab halalnya, salah satunya, mengalirkan darah dan kedua menyebutkan nama Allah Subhanahu wa ta’ala.
5.       Darah lalat dan nyamuk dan semisalnya, karena bangkainya suci, sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. dalam perintah menenggelamkannya apabila jatuh dalam minuman.[2] Di antara minuman adalah yang panas yang binatang itu mati di dalamnya. Ini adalah dalil sucinya darah berdasarkan penjelasan sebelumnya tentang alasan haramnya bangkai.
6.       Darah yang tersisa setelah keluarnya ruh dari hewan yang disembelih, karena ia adalah seperti bagian-bagian binatang, dan bagian-bagiannya adalah halal lagi suci dengan sembelihan yang disyari’atkan. Demikian pula darah, seperti darah jantung, hati dan limpa.
Inilah yang nampak bagi kami, dan kami memohon kepada Allah Subhanahu wa ta’ala agar selalu memberi hidayah kepada kita semua meniti jalan yang lurus, dan segala puji bagi Allah Subhanahu wa ta’ala Rabb semesta alam.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin – Majmu’ Fatawa Wa Rasail (11/266).


[1]  HR. al-Bukhari 2488 dan Muslim 1968.
[2]  HR. al-Bukhari 3320 dan 5782.

MAQSUD DAN SANG ANAK KUCING

BY Unknown IN No comments



Ada kejutan besar menunggu Maqsud saat dia pulang dari sekolah. Ayahnya telah membelikannya seekor anak kucing kecil. Maqsud akan menghabiskan waktu yang tersisa setelah mengerjakan pekerjaan rumahnya dengan bermain bersama anak kucing miliknya yang lucu. Suatu malam, saat dia di tempat tidur, dia terkejut melihat sang anak kucing meninggalkan kamarnya dan menemukan piring susu dalam kegelapan di ruang tamu.

“Bagaimana kamu menemukan piring susumu dengan demikian mudah dalam kegelapan seperti ini?” Maqsud bertanya, terkagum-kagum.
“Kami tidak membutuhkan banyak cahaya untuk melihat, Maqsud,” sang anak kucing mengeong. “Mata kami diciptakan berbeda dari manusia. Pupil mata kami tumbuh sangat besar sehingga kami dapat mengambil cahaya sebanyak mungkin dalam kegelapan. Dan kami para kucing memiliki lapisan dalam mata kami yang tidak dimiliki manusia; lapisan ini terletak tepat di belakang retina dan memantulkan kembali cahaya. Jadi, cahaya melewati retina kami dua kali. Itulah mengapa kami dapat melihat dengan sangat baik dalam gelap dan juga mengapa mata kami sangat bercahaya. Allah telah menciptakan kami dengan segala kemampuan yang kami butuhkan untuk bertahan hidup dalam berbagai macam keadaan. Sangatlah tidak mungkin, sebagaimana yang disebutkan oleh teori evolusi, bahwa kami dapat mengevolusikan kemampuan ini secara tidak sengaja selama perjalanan waktu. Allah telah menciptakan kucing dan makhluk hidup lainya dengan sempurna dalam satu waktu.”
Maqsud berpikir sejenak: “Kami manusia tahu bahwa walaupun kalian jatuh dari tempat yang tinggi kalian selalu mendarat dengan kaki kalian. Bagaimana kalian melakukan itu?”
“Kamu benar,” kata sang anak kucing. “Kami para kucing senang memanjat di sekitar pohon tinggi. Allah telah memberikan kami kemampuan istimewa ini untuk melindungi kami agar tidak terluka saat jatuh. Saat kami jatuh, kami menggunakan ekor kami untuk keseimbangan, mengubah pusat gaya tarik tubuh kami dan mendarat dengan kaki kami. Kemampuan untuk melindungi ini menunjukkan kasih sayang yang tiada akhir dan belas kasihan dari Allah.”
Maqsud dengan lembut mengangkat sang anak kucing dan memangkunya. Setiap hari, saat dia melihat salah satu dari makhluk kecil yang manis ini, dia memikirkan betapa mereka adalah bukti yang menakjubkan akan kekuatan kreatif mahatinggi milik Allah. Dan juga, cinta dan kelembutan yang dia rasakan terhadap kucing tumbuh lebih besar lagi. Dan sang anak kucing menunjukkan bahwa dia menyayangi Maqsud dengan mengeong setiap dia mengelus bulunya.

Musa berkata: "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal". (QS. asy-Syu’araa’, 26:28)

Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia. (QS. al-Hajj, 22:65)