Tuesday, 29 January 2013

Fitnah Syahwat dan Syubhat

BY Unknown IN No comments


Fitnah-Fitnah Akhir Zaman
Kajian tentang fitnah syubhat dan syahwat

Defenisi Syahwat dan Syubhat
            Syubhat berasal dari bahasa arab yang artinya, "samar" atau "Rancu". Adapun secara istilah maknanya adalah segala sesuatu yang tidak jelas dan tidak terjamin nilai kebenarannya, karena itu cenderung orang yag mengikutinya kepada kebatilan dan kerugian. Inti sari syubhat adalah pola pemikiran dan konsep keyakinan, yang berbeda bahkan menyimpang dari arus utama (mainstream) kebenaran, yang selalu mewarnai, mempegaruhi serta mengendalikan jalan hidup seseorang.
            Fitnah syubhat ini disebabkan karena lemahnya bashirah (Penglihatan) dan sedikit ilmu yang dimiliki seseorang terhadap apa yang Allah telah mengutus Rosulnya. Allah berfirman,
            Didalam tafsir At-Tabhari dijelaskan bahwa telah datang dari Allah Al-bayan (Penjelasan), namun mereka kaum musyrikin tidak meyakininya

            Adapun syahwat, yang juga merupakan bahasa arab, berarti dorongan keinginan atau gairah. Adapun secara istilah, syahwat berarti segala sesuatu yang menjadi pendorong jiwa untuk melakukan segala hal. Walaupun makna syahwat sebenarnya nnetral, bisa positif maupun negatife, masyarakat cenderung memberi konotasi yang negative, yakni sesuatu yang menjadi kepanjangan tangan dari nafsu dan setan yang keduanya identik dengan keburukan.
            Perbedaan antara keduanya adalah syubhat bisanya terkait dengan aspek keilmuan, pandangan hidup, dan pemikiran yang menjadi landasan serta dandaran bersikap dan berbuat. Sedangakan syahwat terkait dengan aspek perasaan yang menjadi penggerak, pendorong, penguat seseorang untuk menjalankan sikap dan perbuatan yang sudah dilegitimasi oleh dalil pemikiran tersebut. Dengan kata lain syubhar bersemayam dikepala sedangkan syahwat bercokol dihati.
            Adapun cara kerja keduaanya adalah seperti virus yang terus merusak tanpa disadari aleh orang yang dijangkitinya. Sering kali kedua virus ganas ini salaing berkerja sama. Ketika syubhat mampir dikepala seseorang, kerap kali syahwat akan terpanggil untuk selalu berupaya merealisasikan apa yang sudah difatwakan oleh syubhat tersebut. Sebaliknya, ketika muncul dorongan syahwat dari dalam untuk melanggar syareat, maka ia akan berupaya memanggil syubhat untuk mencarikannya sandaran dalil dan membuat alasan agar merasa aman dangan mendapat jaminan untk melakoninya.

Ruang Likup Syubhat dan Syahwat
            Syubhat dan syawat meliputi bidang-bidang aqidah, ibadah, dan akhlak, akidah merupakan sumber kekuatan eimanan seseorang muslim. Dari kekuatan inilah muncul konsep, arah dan tuntunan dalan diri seseorang untuk mengaplikasikan jalan hidup yang sesuai dengan fitrah serta syareat Allah. Bentuk syubhat dan syahwat ini tidak lain adalah kesyirikan dengan berbagai bentuk dan menifestasinya, serta dengan berbagi level dengan klasifikasinya.
            Contoh syirik akbar seperti menyembah berhala, meminta kepada kuburan,pohon dan batu keramat,meyakini dan menjalani praktek perdukunan, memelihara jin, menyimpan jimat, mempersembahkan sesaji serta mengkultuskan sesama manusia sudah jelas syubhatnya secara maknawiyah atau sudah jelas keharamannya secara hokum. Tapi contoh kasus sperti mengagungkan kesengan dunia, silau terhadap dunnia barat, menganut dam menyebarkan pemikiran sesat, bahkan sekedar mengeluh dan pesimis terhadap kehidupan, sebenarnya juga merupakan bagian dari fitnah syubhat dan syahwat.
            Dibidang ibadah,syubhat dan syahwat ini tidak lain adalah melakukan bentuk-bentuk ibadah yang tidak ada tuntunannya dari Rosulullah saw, alias bid'ah. Syubhat ini, seperti diungkapan aleh sufyan astsauri, paling disukai iblis, karena pelaku maksiat akan bertaubat dari kemaksiatannya. Sementara pelaku bid'ah tidak akan bertaubat dari kebid'ahannya karena ia merasa tidak bersalah. Atau sebaliknya syubhat dan syahwat ibadah bisa berupa kemalasan serta tidak khusu'an beribadah.
            Adpun syubhat dan syahwat dibidang akhlak contohnya adalah pola hidup hidonis-materialistis,pragmatis dan permisif, jahilah dalam keseharian, serta bermaksiat sepanjang kehidupan. Misalnya, banyak menonton Tv, kebiasaan merokok, pergaulah bebas dan lain sebagainya.

Keganasam syubhat dan syahwat
            Dilihat dari factor pemicunya yang sangat dekat dengan manusia bahkan menjadi bagian hidup mereka, syubhat dan syahwat bisa menjadi firus yang senantiasa menimbulkan bahaya, dari yang paling ringan sampai yang peling berat. Secara individual, keduanya akan menimbukan hal-hal yang bisa menghncurkan diori antara lain:
  1. Tumbunya sikap taklid buta, mengikuti sesuatu tanpa ilmu.
  2. Karena taklid, muncul kesesatan, yaitu tidak dapat membedakan antara yang baik dan yang batil, yang halal dan yang haram, yang mulia dan hina seta yang utama dan tidak penting.
  3. Akibat itu adalah mudahnya tergelincir untuk melakukan perbuatan yang haram tidak menyadari konsekuensinya yang merugikan.
  4. Pada saat yang sama akan muncul kecenderungan untuk mengabaikan nilai-nilai ilahiyah dalam menjalani kehidupan.
  5. kalau sudah jauh menyimpang seperti itu, segala aktivitas hidupnya akan berjalan hanya untuk memenuhi kepuasan nafsu.
  6. Dan bila nafsu sudah berkuasa, maka sunatullah yang berlaku adalah munculnya berbagai kebinasaan dan kesengseraan hidup didunia serta penderitaan di ahkhirat.

Tidak ada cara lain untuk menghadapi serbuan syubahat dan syahwat selain selalu berusaha mati-matian dan habis-habisan dengan gairah keilmuan dan meujahadah keimanan. Beberapa tips kengkrit yang bisa dilakukan antara lain.
1.      Meningkatkan pemahaman dan penhayatan terhadap Islam, dengan melakukan tarbiyah secar intensif dan berkesinambungan. Misalnya dengan mengikuti berrbagai kuliah atau kajian keislaman (halaqoh maupun kajian umum), dan banyak membaca buku-buku islami.
2.      Selalu bersikaplah hati-hati (Wara) dan menjauhi segala yang masih samara samara, tidak jelas antara halal dan haram.
3.      Jika menghadapi suatu masalah yang meragukan atau tidak dipahami, hendaklah selalu bertanya kepada orang yang memiliki otoritas dibidangnya. Jangan sekalipun memutuskan perkara tanpa ilamu.
4.      Tumbuhkan keyakinan, bahwa dunia itu hanyalah kesenangan belaka yang sementara. Jangan tertipu dengan keuntungan dan kesenangan sesaat dengan mengorbankan kebahagian yang abadi. Jadikan dunia sebagai jembatan untuk menuju kebahagian akhirat. Jangan jadikan sebagai tujuan hidup karena ia pasti akan tertinggal.
5.      Berjamaah dengan orang yang shalih dan hindari bergaul dengan orang-orang yang cinta dunia dan tidak takut berbuat dosa. Karena berjamaah dengan orang yang shalih merupakan kebutuhab setiap mukmin agar bisa saling  taushiyah, menyuruh berbuat me'ruf dan mencegah berbuat mungkar. [*]







0 komentar:

Post a Comment