Tuesday, 29 January 2013

Menejemen Marah

BY Unknown IN No comments




I.MUQODDIMAH

            Segala puji bagi Allah Ta'ala yang telah menciptakan bumi sebagai hamparannya,langit sebagai atapnya,gunung sebagai pasak dan tiangnya.Tiada daya dan upaya melainkan dari-Nya semata.
            Sholawat dan salam mudah-mudahan senantiasa Allah Ta'ala curahkan kepada uswah khasanah manusia yaitu Rosululloh Muhammad bin Abdillah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam. Mudah-mudahan kita digolongkan menjadi umat beliau yang mendapatkan syafa'atnya pada hari kiamat kelak, Amiiin.
            Manusia adalah makhluq Allah Ta'ala yang diciptakan dari tanah liat. Sedangkan jin adalah diciptakan dari api yang menyala-nyala. Kedua bahan penciptaan makhluq Allah Ta'ala ini memiliki watak dan cirri khas sendiri-sendiri.Tanah liat adalh bahan yang lunak dan dingin, sedangkan api adalah bergelombang, menyala-nyala, membara dan panas. Karenanya rasa marah oleh para ulama' diidentikkan dengan dengan sifat yang dimiliki oleh api yang panas dan bergejolak dan ia adalah menjadi bahan penciptaan jin, syetan, iblis dan lain-lainnya.  Manusia yang terjangkiti oleh rasa marah adalah manusia yang telah dirasuki oleh syetan dengan apinya.Maka tak ayal lagi kita dapati banyak dari manusia -yang lemah imannya khususnya keluar dari batas kemanusiaannya dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang sejatinya menjadi wataknya iblis.
            Sudah terlampau banyak kasus-kasus yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita sebagai imbas dari marah yang tak terkendali. Pembunuhan, penganiayaan, main hakim sendiri hampir menjadi menu yang setiap harinya tersaji.
            Disisi lain,_sekali lagi karena lemahnya iman dan kebodohan- kita dapati juga ditengah masyarakat kita sebagian orang yang tidak pernah ambil peduli alias cuek terhadap hal-hal yang ada sangkut pautnya dengan masalah agama. Marah ternyata di satu sisi merupakan perbuatan yang amat Rosululloh cela,namun disisi lain ia mendapatkan tempat terpuji,artinya marah disini adalah marah yang bukan tercela tetapi dianjurkan oleh rosululloh Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bahkan diwajibkan.

II.LATAR BELAKANG

            Berpijak pada nash-nash yang ada baik dari Al-qur'an maupun al-hadist juga dari beberapa kasus yang terjadi di tengah-tengah umat,maka kami ingin mencoba menyeimbangkan atau paling tidak berusaha menempatkan praktek pembahasan pada tempat yang semestinya.Yang demikian karena di sana ada dua kutub yang saling bersikukuh pada keyakinannya masing-masing.Sebagaimana yang telah kami kemukakan pada muqoddimah terdahulu bahwa tidak semuanya sifat marah itu tercela paham kontradiktifenya bahwasanya marah itu ada yang terpuji.
            Marah tercela adalah marah yang dilatar belakangi urusan dunia semata dan tidak ada sangkut pautnya dengan urusan dien.Sedangkan marah yang terpuji adalah marah yang dilatar belakangi oleh urusan dien.Masyarakat kita saat ini terpecah menjadi dua golonganbesar,yaitu golonga yang ifroth (berlebihan ) dan golongan yang tafrith (menyepelekan ).

  
III.INTI PEMBAHASAN

            Dalil tentang ghodhob ( marah )

a. Firman Allah Ta'ala

            artinya :"Dan bersegeralah kamu sekalian menuju ampunan Allah Ta'ala dan jannah-Nya,dimana luasnya melebihi langit dan bumi yang di sediakan bagi orang-orang yang bertaqwa.Yaitu (mereka ) yang menginfaqkan hartanya dalam kondisi lapang atau sempit,yang mampu menahan marah,yang pemaaaf terhadap manusia dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." ( QS.Ali imron : 133-134 )

b. Sabda Rosululloh Shalallahu 'Alaihi wa Sallam

            Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :"Barang siapa yang mencintai karena Allah,dan membenci juga karena Allah memberi karena Allah dan melarang karena Allah maka sungguh telah sempurnalah imannya."
            Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhu beliau pernah bertannya kepada Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Sallam ,wahai Rosululloh amalan apa yang bisa menjauhkan aku dari murka Allah Ta'ala ? Nabi menjawab,"jangan marah" ( HR.Ahmad dan ibnu Hibban ).
            Dari Abu Huroiroh Radhiyallahu 'Anhu berkata :"Rosuluuloh Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :"orang yang kuat bukanalh orang yang menang dalam bergulat,akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah ". ( HR.Bukhori dan Muslim )
           
v MARAH TERCELA VS MARAH TERPUJI
       Di dalam buku Syarkh Riyadhus sholihin oleh syekh Muhammad bin Sholeh Al-utsaimin diterangkan bahwasanya marah itu lahir dari dua sebab.

1.Marah untuk membela diri
            Maksudnya adalah ketika orang lain berbuat sesuatu yang menyebabkan ia marah maka kemudian ia marah tapi marah yang ia lampiasakan itu semata-mata untuk membela diri.Dalm hal ini marah disini termasuk yang di larang.Dalam ungkapan lainjuga bisa dikatakan marah dalam urusan dunia saja dan tidak ada sangkut pautnya denagan perkara dien.
            Sebagaimana sabda Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Sallam kepada sahabat Umar ketika ia meminta nasehat kepada Beliau .Nabipun menasehatinya dengan kat yang singkat yaitu "jangan marah ".

2.Marah karena Allah
            Maksudnya adalah seseorang malihat orang lain menodai hukum Allah atau melanggarnya atau menghinanya kemudian ia marah,maka marah yang seperti ini adalah marah yang tidak tercela melainkan justri terpuji.Dan apabila ia berniat dengan niatan yang baik ia akan mendapatkan pahala.Yang demikian karena Rosululloh Shalallahu 'Alaihi wa Sallam pernah mencontohkannya.
            Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha bahwasanya pada waktu itu orang-orang quraisy merasa gelisah,karena ada seorang wanita dari golongan bani makhzum yang termasuk keturunan orang terpandang  tertangkap basah mencuri.Akhirnya mereka bersepakat  untuk meminta keringanan kepada Roslulloh Shalallahu 'Alaihi wa Sallam .Merekapun mengutus Usamah bin zaid untuk membujuk Nabi.Setelah Usamah selesai mengutarakan maksudnya Nabipun langsung bersabda dengan nada marah dan suara lantang,"Apakah kamu hai Usamah akan memintakan keringanan atas hukum yang telah ditetapkan oleh Allah ?.Demi Allah,sesungguhnya orang-orang sebelum kalian itu di hancurkan karena apabila yang lemah diantara mereka mencuri maka segera ditegakkan hukum namun jika yang mencuri adalah orang-orang kuatnya maka mereka meninggalkannya.Demi Allah,lanjut Beliau kalau seandainya Fatimah putra Muhammad itu mencuri maka sungguh akan aku potong tangannya.( HR.Bukhori dan Muslim )
            Ibnu Qudamah Al-Maqdisy menjelaskan kembali bahwasanya manusia dalam hal ghodhob itu di bagi menjadi 3 derajat :
1.Derajat ifroth ( berlebihan )
2.Derajat tafrith ( menyepelekan )
3.Dearajat adil ( pertengahan )
            Derajat yang pertama adalah yang mazdmum ( tercela ),karena mereka tidak memahami nash-nash yang ada yang menjelaskan secara adil tentang perkara ghodhob.Dengan itu mereka tidak bisa meletakkan pada porsinya masing-masing.Sedangkan derajat yang ketiga adalah yang mamdukh ( terpuji ),dimana kita semua di tuntut untuk bersikap demikian yaitu berlaku adil.

v TERAPI DARI MARAH TERCELA

            Manusia semuanya mungkin tidak bisa terhindar dari yang namanya marah.Dalam hal ini adalah marah yang tercela.Karena syetan sang pembawa dan pengedar virus ini –semenjak di keluarkan dari jannah-tidak akan pernah berhenti mencari mangsa.kemudian setelah kecanduan ,manusia itu sendiri tak ubahnya bagaikan api yang membara,menjilat,melahap apa saja yang ada di hadapannya.Oleh karenanya kita perlu memperhatian beberapa hal supaya menjadi renungan dan bisa berpikir kenapa kita harus marah ? Apakah marah bisa menyelesaikan masalah atau justru menambah masalah.

Beberapa hal yang perlu kita jadikan perhatian adalah :

1.Mengetahui dan memikirkan tentang keutaman orang yang mampu menahan marah.Sabar,pemaaf,santun dan dewasa.
2.Merenungi bahwa azdab Allah Ta'ala adalah sangat pedih.Hendaknya ia tanamkan dalam dirinya perasaan bahwa qudroh ( kemampuan )Allah itu melebihi kemampuan manusia.Sekiranya saya bisa selamat karena marah saya akan tetapi apakah saya bisa marah karena murka Allah Ta'ala .
3.Memperhatikan akibat yang akan terjadi di belakang hari gara-gara marah ini.Yaitu dendam,permusuhan dan lain-lain.
4.Memikirkan betapa jeleknya gambaran atau wajah seseorang ketika marah.
       Selain itu usaha untuk meredam marah kita barengi juga dengan hal-hal berikut :

1.Bersikap tenang
2.Beristi'azdah ( mengucap ta'awuzd )
3.Berpindah tempat
4.Duduk jika saat itu sedang berdiri
5.Berbaring jika saat itu sedang berdiri.
6.Berwudhu

            Tentang wudhu Rosululloh Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :"Sesunggunya marah itu berasal dari syetan dan syetan di ciptakan dari api dan api itu bisa padam hanya dengan air".( HR.Abu dawud )

IV.KESIMPULAN

Dari pembahasan di atas dapat kami simpulkan pembahasan ini menjadi beberapa point :
1.Marah adalah perbuatan tercela dalam urusan dunia
2.Marah adalah perbuatan terpuji dalam urusan dien
3.Hendaklah bersikap adil dalam menyikapi marah
            Demikian pemaparan yang bisa kami tuliskan mudah-mudahan bisa menjadi tambahan wacana kepada kaum muslimin akan hal yang berkaitan dengan marah.[*]

0 komentar:

Post a Comment