I.MUQODDIMAH
Segala puji bagi Allah
Ta'ala yang telah menciptakan bumi sebagai hamparannya,langit sebagai
atapnya,gunung sebagai pasak dan tiangnya.Tiada daya dan upaya melainkan
dari-Nya semata.
Sholawat dan salam
mudah-mudahan senantiasa Allah Ta'ala curahkan kepada uswah khasanah manusia yaitu
Rosululloh Muhammad bin Abdillah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam. Mudah-mudahan
kita digolongkan menjadi umat beliau yang mendapatkan syafa'atnya pada hari
kiamat kelak, Amiiin.
Manusia adalah makhluq
Allah Ta'ala yang diciptakan dari tanah liat. Sedangkan jin adalah diciptakan
dari api yang menyala-nyala. Kedua bahan penciptaan makhluq Allah Ta'ala ini
memiliki watak dan cirri khas sendiri-sendiri.Tanah liat adalh bahan yang lunak
dan dingin, sedangkan api adalah bergelombang, menyala-nyala, membara dan
panas. Karenanya rasa marah oleh para ulama' diidentikkan dengan dengan sifat
yang dimiliki oleh api yang panas dan bergejolak dan ia adalah menjadi bahan
penciptaan jin, syetan, iblis dan lain-lainnya.
Manusia yang terjangkiti oleh rasa marah adalah manusia yang telah
dirasuki oleh syetan dengan apinya.Maka tak ayal lagi kita dapati banyak dari
manusia -yang lemah imannya khususnya keluar dari batas kemanusiaannya dengan
melakukan perbuatan-perbuatan yang sejatinya menjadi wataknya iblis.
Sudah terlampau banyak
kasus-kasus yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita sebagai imbas dari
marah yang tak terkendali. Pembunuhan, penganiayaan, main hakim sendiri hampir
menjadi menu yang setiap harinya tersaji.
Disisi lain,_sekali
lagi karena lemahnya iman dan kebodohan- kita dapati juga ditengah masyarakat
kita sebagian orang yang tidak pernah ambil peduli alias cuek terhadap hal-hal
yang ada sangkut pautnya dengan masalah agama. Marah ternyata di satu sisi
merupakan perbuatan yang amat Rosululloh cela,namun disisi lain ia mendapatkan
tempat terpuji,artinya marah disini adalah marah yang bukan tercela tetapi
dianjurkan oleh rosululloh Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bahkan diwajibkan.
II.LATAR BELAKANG
Berpijak pada nash-nash
yang ada baik dari Al-qur'an maupun al-hadist juga dari beberapa kasus yang
terjadi di tengah-tengah umat,maka kami ingin mencoba menyeimbangkan atau
paling tidak berusaha menempatkan praktek pembahasan pada tempat yang
semestinya.Yang demikian karena di sana ada dua kutub yang saling bersikukuh
pada keyakinannya masing-masing.Sebagaimana yang telah kami kemukakan pada
muqoddimah terdahulu bahwa tidak semuanya sifat marah itu tercela paham
kontradiktifenya bahwasanya marah itu ada yang terpuji.
Marah tercela adalah
marah yang dilatar belakangi urusan dunia semata dan tidak ada sangkut pautnya
dengan urusan dien.Sedangkan marah yang terpuji adalah marah yang dilatar
belakangi oleh urusan dien.Masyarakat kita saat ini terpecah menjadi dua
golonganbesar,yaitu golonga yang ifroth (berlebihan ) dan golongan yang tafrith
(menyepelekan ).
III.INTI PEMBAHASAN
Dalil tentang ghodhob ( marah )
a. Firman Allah Ta'ala
artinya :"Dan bersegeralah kamu
sekalian menuju ampunan Allah Ta'ala dan jannah-Nya,dimana luasnya melebihi
langit dan bumi yang di sediakan bagi orang-orang yang bertaqwa.Yaitu (mereka )
yang menginfaqkan hartanya dalam kondisi lapang atau sempit,yang mampu menahan
marah,yang pemaaaf terhadap manusia dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat
baik." ( QS.Ali imron : 133-134 )
b. Sabda Rosululloh Shalallahu 'Alaihi wa
Sallam
Nabi
Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :"Barang siapa yang mencintai karena
Allah,dan membenci juga karena Allah memberi karena Allah dan melarang karena
Allah maka sungguh telah sempurnalah imannya."
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhu
beliau pernah bertannya kepada Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Sallam ,wahai
Rosululloh amalan apa yang bisa menjauhkan aku dari murka Allah Ta'ala ? Nabi
menjawab,"jangan marah" ( HR.Ahmad dan ibnu Hibban ).
Dari
Abu Huroiroh Radhiyallahu 'Anhu berkata :"Rosuluuloh Shalallahu 'Alaihi wa
Sallam bersabda :"orang yang kuat bukanalh orang yang menang dalam
bergulat,akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan
dirinya ketika marah ". ( HR.Bukhori dan Muslim )
v
MARAH TERCELA VS MARAH TERPUJI
Di dalam buku Syarkh Riyadhus sholihin oleh syekh Muhammad bin Sholeh
Al-utsaimin diterangkan bahwasanya marah itu lahir dari dua sebab.
1.Marah untuk membela diri
Maksudnya adalah ketika
orang lain berbuat sesuatu yang menyebabkan ia marah maka kemudian ia marah
tapi marah yang ia lampiasakan itu semata-mata untuk membela diri.Dalm hal ini
marah disini termasuk yang di larang.Dalam ungkapan lainjuga bisa dikatakan
marah dalam urusan dunia saja dan tidak ada sangkut pautnya denagan perkara
dien.
Sebagaimana sabda Nabi
Shalallahu 'Alaihi wa Sallam kepada sahabat Umar ketika ia meminta nasehat
kepada Beliau .Nabipun menasehatinya dengan kat yang singkat yaitu "jangan
marah ".
2.Marah karena Allah
Maksudnya adalah
seseorang malihat orang lain menodai hukum Allah atau melanggarnya atau
menghinanya kemudian ia marah,maka marah yang seperti ini adalah marah yang
tidak tercela melainkan justri terpuji.Dan apabila ia berniat dengan niatan
yang baik ia akan mendapatkan pahala.Yang demikian karena Rosululloh Shalallahu
'Alaihi wa Sallam pernah mencontohkannya.
Dalam sebuah hadist
yang diriwayatkan oleh 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha bahwasanya pada waktu itu
orang-orang quraisy merasa gelisah,karena ada seorang wanita dari golongan bani
makhzum yang termasuk keturunan orang terpandang tertangkap basah mencuri.Akhirnya mereka
bersepakat untuk meminta keringanan
kepada Roslulloh Shalallahu 'Alaihi wa Sallam .Merekapun mengutus Usamah bin
zaid untuk membujuk Nabi.Setelah Usamah selesai mengutarakan maksudnya Nabipun
langsung bersabda dengan nada marah dan suara lantang,"Apakah kamu hai
Usamah akan memintakan keringanan atas hukum yang telah ditetapkan oleh Allah
?.Demi Allah,sesungguhnya orang-orang sebelum kalian itu di hancurkan karena
apabila yang lemah diantara mereka mencuri maka segera ditegakkan hukum namun
jika yang mencuri adalah orang-orang kuatnya maka mereka meninggalkannya.Demi
Allah,lanjut Beliau kalau seandainya Fatimah putra Muhammad itu mencuri maka
sungguh akan aku potong tangannya.( HR.Bukhori dan Muslim )
Ibnu Qudamah Al-Maqdisy
menjelaskan kembali bahwasanya manusia dalam hal ghodhob itu di bagi menjadi 3
derajat :
1.Derajat ifroth ( berlebihan )
2.Derajat tafrith ( menyepelekan )
3.Dearajat adil ( pertengahan )
Derajat yang pertama
adalah yang mazdmum ( tercela ),karena mereka tidak memahami nash-nash yang ada
yang menjelaskan secara adil tentang perkara ghodhob.Dengan itu mereka tidak
bisa meletakkan pada porsinya masing-masing.Sedangkan derajat yang ketiga
adalah yang mamdukh ( terpuji ),dimana kita semua di tuntut untuk bersikap
demikian yaitu berlaku adil.
v
TERAPI DARI MARAH TERCELA
Manusia semuanya
mungkin tidak bisa terhindar dari yang namanya marah.Dalam hal ini adalah marah
yang tercela.Karena syetan sang pembawa dan pengedar virus ini –semenjak di
keluarkan dari jannah-tidak akan pernah berhenti mencari mangsa.kemudian
setelah kecanduan ,manusia itu sendiri tak ubahnya bagaikan api yang
membara,menjilat,melahap apa saja yang ada di hadapannya.Oleh karenanya kita
perlu memperhatian beberapa hal supaya menjadi renungan dan bisa berpikir
kenapa kita harus marah ? Apakah marah bisa menyelesaikan masalah atau justru
menambah masalah.
Beberapa hal yang perlu kita jadikan perhatian adalah :
1.Mengetahui dan memikirkan tentang keutaman orang yang mampu menahan
marah.Sabar,pemaaf,santun dan dewasa.
2.Merenungi bahwa azdab Allah Ta'ala adalah sangat pedih.Hendaknya ia
tanamkan dalam dirinya perasaan bahwa qudroh ( kemampuan )Allah itu melebihi
kemampuan manusia.Sekiranya saya bisa selamat karena marah saya akan tetapi
apakah saya bisa marah karena murka Allah Ta'ala .
3.Memperhatikan akibat yang akan terjadi di belakang hari gara-gara marah
ini.Yaitu dendam,permusuhan dan lain-lain.
4.Memikirkan betapa jeleknya gambaran atau wajah seseorang ketika marah.
Selain itu usaha untuk
meredam marah kita barengi juga dengan hal-hal berikut :
1.Bersikap tenang
2.Beristi'azdah ( mengucap ta'awuzd )
3.Berpindah tempat
4.Duduk jika saat itu sedang berdiri
5.Berbaring jika saat itu sedang berdiri.
6.Berwudhu
Tentang wudhu
Rosululloh Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :"Sesunggunya marah itu
berasal dari syetan dan syetan di ciptakan dari api dan api itu bisa padam
hanya dengan air".( HR.Abu dawud )
IV.KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas dapat kami
simpulkan pembahasan ini menjadi beberapa point :
1.Marah adalah perbuatan tercela dalam urusan dunia
2.Marah adalah perbuatan terpuji dalam urusan dien
3.Hendaklah bersikap adil dalam menyikapi marah
Demikian pemaparan yang
bisa kami tuliskan mudah-mudahan bisa menjadi tambahan wacana kepada kaum
muslimin akan hal yang berkaitan dengan marah.[*]

0 komentar:
Post a Comment